"Gaya Hidup dan Psikologi Vampir"
Meskipun gaya hidup vampir cukup bervariasi, yang paling umum ditemui adalah nomaden. Mayoritas vampir kerap berpindah, tidak pernah menetap permanen di satu tempat. Sebagian alasannya adalah karena pola ini merupakan upaya vampir untuk bersembunyi dari perhatian manusia. Jika terlalu banyak manusia hilang dalam satu area, akan muncul kecurigaan dan keluarga Volturi akan menyadar hal ini. Disamping itu, jika vampir berinteraksi secara rutin dengan manusia, pada akhirnya manusia akan menyadari bahwa vampir tersebut tidak menua. Aspek lainnya adalah bosan. Vampir hidup begitu lama sehingga sebagian besar di antara mereka terus mencari hal baru.
Beberapa klan tidak mengikuti gaya hidup ini, dan mereka memiliki rumah permanen atau semipermanen. Agar bisa melakukannya dibutuhkan banyak sekali trik-jika kelompok tersebut ingin menghindari kecurigaan dan mencegah keterlibatan keluarga Volturi-dan kebanyakan vampir tidak mau repot-repot melakukannya.
FAKTOR PENGIKAT:
Pada umumnya, klan vampir terdiri atas dua anggota. Sifat vampir yang tak pernah berubah adalah mereka berpasangan seumur hidup. Begitu jatuh cinta, perasaan mereka tidak pernah pudar. Sebagai aturan umum, hanya ikatan antarpasangan yang cukup kuat sehingga mereka tidak berkompetisi demi mendapatkan darah. Kelompok yang lebih besar akan jadi kurang stabil, dan biasanya berakhir karena pertikaian internal.
Kekuatan pengikat kedua, yang mampu-tidak seperti cinta romantis-menjaga kelompok besar tetap stabil adalah ambisi. Pada dasarnya vampir merupakan makhluk kompetitif, dan beberapa vampir mampu mengubah kecenderungan ini menjadi alasan yang lebih besar sehingga mampu menyatukan banyak individu. Pencarian kekuatan merupakan motivasi yang mempersatukan para vampir. Kelompok Rumania-lah yang pertama kali melakukan hal ini dengan sukses selama jangka waktu lama.
Kekuatan pemersatu ketiga, dan paling jarang ditemui, adalah hati nurani. Sangat sedikit vampir yang lahir dengan atau mengembangkan penghargaan atas nyawa manusia. Konsumsi darah manusia merupakan aspek kehidupan vampir yang begitu diterima sehingga sedikit sekali yang mempertanyakannya; dorongan rasa haus akan darah manusia sepertinya tak tertahankan. Bagaimanapun, mereka yang belajar menghargai darah manusia meskipun dengan adanya rasa haus itu, mampu bertahan dengan mengonsumsi darah hewan. Vampir yang hidup dengan cara ini kadang disebut "vegetarian". Darah hewan tidak menarik bagi vampir, karenanya sulit sekali mempertahankan pola makan ini. Akan tetapi, mereka yang bersedia melakukan pengorbanan itu akan mendapatkan keuntungan. Saat darah manusia tidak tersedia, dorongan untuk berkompetisi pun hilang. Vampir mampu membentuk ikatan kasih sayang diluar ikatan antarpasangan. Kesatuan kelompok yang lemah digantikan oleh kesatuan kekeluargaan yang kuat.
DENDAM:
Sifat umum vampir lainnya, yang timbul bersamaan dengan ikatan romantis yang kuat dan dorongan kompetisi yang intens, adalah sifat pendendam. Hal ini juga berkaitan dengan kondisi mereka yang tak bisa berubah. Vampir tidaklah pemaaf; mereka tidak melupakan hinaan atau cedera masa lalu. Contoh dendam vampir yang paling umum adalah dampak kehilangan pasangan. Ketika vampir kehilangan pasangan, ia takkan bisa sembuh. Ia tak dapat tenang sampai pihak yang bertanggung jawab (biasanya vampir lain, karena untuk menghancurkan seorang vampir dibutuhkan kekuatan yang sangat besar) dimusnahkan. Meskipun sudah berabad-abad berlalu, keinginan vampir untuk membalas dendam tidak akan mereda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar